PRESS RELEASE: DIALOG INTERAKTIF

Halo Sobat Pasca IPB!

Teras LHA kembali menyelenggarakan dialog interaktif bertajuk “Implementasi Gerakan Rehabilitasi Daerah Pesisir, Darat, dan Mangrove dalam Mendukung Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia” pada Kamis (17/10) di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Jakarta. Acara ini bertujuan mendalami kontribusi kebijakan pengelolaan kawasan pesisir dalam mendukung mitigasi perubahan iklim serta pengembangan ekonomi hijau dan biru di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan Ir. Inge Retnowati, M.E., beserta jajaran KLHK sebagai pemantik diskusi. Peserta dialog meliputi mahasiswa pascasarjana IPB dan beberapa perguruan tinggi lainnya. Diskusi dimulai dengan menyoroti peran Indonesia dalam pengembangan ekonomi hijau dan biru untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan.

Menurut KLHK, dengan luas mangrove mencapai 3,44 juta hektar atau 23% dari total mangrove dunia, kawasan ini menjadi elemen kunci dalam strategi nasional pengelolaan lingkungan. Pemerintah telah mengembangkan Peta Mangrove Nasional, hasil kolaborasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) serta Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Peta ini digunakan sebagai panduan dalam mengidentifikasi kawasan mangrove yang memerlukan rehabilitasi.

Pada tingkat kebijakan, KLHK menggarisbawahi komitmen Indonesia terhadap mitigasi perubahan iklim melalui Paris Agreement 2015 dan Nationally Determined Contribution (NDC). Untuk mendukung strategi NDC, upaya pemantauan, pengawasan hukum, dan rehabilitasi mangrove terus dioptimalkan. Tahun 2024 menjadi momen penting, karena Indonesia ditunjuk sebagai Kepala ASEAN Mangrove Center, menegaskan komitmen regional terhadap rehabilitasi ekosistem pesisir.

Karbon dan Rehabilitasi Ekosistem Mangrove
Diskusi juga membahas potensi karbon di kawasan mangrove. Berdasarkan kajian Prof. Dr. Ir. Daniel Murdiyarso, M.Sc., data perdagangan karbon di kawasan mangrove sedang dikembangkan, termasuk melalui proyek percontohan di Kalimantan Timur. KLHK menekankan bahwa upaya perdagangan karbon harus mematuhi kriteria rehabilitasi ekosistem yang tercantum dalam NDC.

Namun, KLHK mengakui adanya tantangan dalam regulasi terkait Proyek Strategis Nasional (PSN), terutama pada proyek reklamasi yang berpotensi memengaruhi ekosistem mangrove. Upaya perlindungan ekosistem terus dilakukan dengan mempertimbangkan ruang terbuka hijau dan opsi tambahan untuk menjaga kawasan mangrove. KLHK juga menyoroti tantangan budidaya jenis mangrove tertentu, seperti nipah, di lingkungan ekstrem.

Ke depan, KLHK berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan keberhasilan rehabilitasi mangrove, sebagai bagian dari pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

––––––––––––––––––––––––––––––
Kabinet Dedikasi
Forum Mahasiswa Pascasarjana
––––––––––––––––––––––––––––––

Media Sosial
IG: @forumwacanaipb
YouTube: Forum Wacana IPB
FB: forumwacanaipb
Twitter: forumwacanaipb

#KabinetDedikasi #LHADedikasi #FWsolutif #FWinovatif #FWadaptif #Pascasarjana #IPBUniversity

Tags: No tags

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *